Bondowoso, 31 Desember 2019 merupakan moment yang mungkin tidak akan terlupakan oleh para wisudawati Prodi D3 Kebidanan AKBID Dharma Praja Bondowoso, pasalnya pada hari itu diselenggarakan kegiatan Sidang Senat Terbuka (Prosesi Wisuda) Angkatan VII & VIII yang bertempat di Hall Grand Padis Hotel Bondowoso.
Banyak para undangan yang hadir, termasuk Bapak Bupati Bondowoso yang diwakilkan oleh Bapak Sekretaris Daerah Bondowoso, Ketua IBI Cab. Bondowoso, Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Kepala Puskesmas se-Bondowoso, Ketua pengurus dan anggota Yayasan Dharma Praja, para mitra kerja hingga para alumni. Acara dibuka dengan tari tradisional yang ditampilkan oleh mahasiswi D3 Kebidanan, dilanjut pada cara inti wisuda hingga sambutan dan ditutup dengan lagu persembahan yang dinyanyikan oleh tim paduan suara dan seorang mahasiswi D3 Kebidanan.
Dalam sambutan, Ibu Novita Sari Eka Diantini, SST., M.Keb selaku Direktur AKBID Dharma Praja Bondowoso mengucapkan terima kasih yang tak terhingga bagi seluruh pihak baik para stakeholder hingga seluruh civitas akademika yang telah membantu dalam mensukseskan acara hari ini dan yang peling penting terim kasih atas partisipasinya dalam penyelenggaraan Akreditasi LAM-PTKes pada bulan Oktober lalu dan Alhamdulillah AKBID Dharma Praja Bondowoso meraih Peringkat B (BAIK) dari LAM-PtKes. Smoga ini menjadi sesuatu yang baik bagi AKBID, Kabupaten Bondowoso dan masyarakat sekitar. Karena menurut beliau, salah satu tanggung jawab dalam menjaga dan menjamin mutu pendidikan adalah dengan ter-akreditasinya sebuah institusi dan program studinya.
Beliau, juga berharap semoga lulusan tahun ini dapat berbaur dengan masyarakat dengan baik dan menjunjung etika, baik dalam birokrasi pemerintahan maupun dalam birokrasi kesehatan secara langsung.
Sambutan yang paling dinantikan adalah sambutan dari perwakilan Bupati Bondowoso yaitu Bapak H. Syaifullah, SE., M.Si. dalam sambutannya, beliau menyampaikan selamat kepada para wisudawati dengan harapan dapat membantu meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan bagi masyarakat Bondowoso. Bondowoso sendiri masih dianggap tinggi dalam masalah stunting, maka dari itu pada tahun 2020 beliau bertekad akan memimpin langsung kegiatan dalam menurunkan angka nilai stunting di Kabupaten Bondowoso karena itu kami juga membutuhkan peran AKBID Dharma Praja Bondowoso dalam mewujudkan Bondowoso dengan angka nilai  stunting yang rendah. menurut Bapak H. Syaifullah, SE., M.Si, "stunting itu bukan takdir, stunting adalah tantangan dan upaya kita untuk wilayah kebijakan kita. Stunting bukan warisan, stunting harus dihilangkan dengan merubah arah kebijakan". Selain itu, beliau juga berharap agar AKBID Dharma Praja Bondowoso tetap menjadi salah satu Institusi yang selalu mengedepankan mutu pendidikan dan etika terutama bagi masyarakat Bondowoso dan sekitarnya.
Yang kemudian acara ditutup dengan lagu persembahan "Syantik" yang telah dimodifikasi dengan nada dan koreografi oleh tim paduan suara AKDP.